Situs Cagar Budaya Wangsa Drepa

Situs Cagar Budaya Wangsa Drepa adalah kawasan makam leluhur dari masyarakat Desa Bojongmalang. Disebut sebagai kawasan karena lokasi pemakaman terpisah antara satu dengan yang lainnya. Diantara yang berbeda lokasi tersebut masih termasuk ke keluarga besar dan atau masih kerabat. Alamat dari situs ini adalah Dusun Bojongmalang RT : 10 RW : 05 Desa Bojongmalang Kecamatan Cimaragas Kabupaten Ciamis. Akses dari arah selatan sekitar 5 menit dari Desa Cidolog/ kisaran 5km, dari arah Utara sekitar 7 menit atau kisaran 7km dari Desa Cimaragas. Wangsa Drepa disebut sebagai Tokoh pembedah lahan, beliau adalah santri dari Syeh Syarip Hidayatullah dari gunungjati Cirebon. Konon katanya ketika beliau selesai menimba ilmu diperintahkan oleh gurunya untuk menemukan suatu tempat dgn ciri khas conto tanah dan padi, kemudian mempunyai tanda-tanda ; Punya area bobojong (perbukitan) anu malang (melintang dari arah utara menghujur ke arah selatan) yang di sebelah timurnya ada sungai. Sehingga ciri khas ini nantinya dijadikan sebagai nama Desa Bojongmalang. Kegiatan Rutin Tahunan yang diselenggarakan berkaitan dengan Situs Cagar Budaya ini ada 2. Diantaranya : 1. Mitapak kegiatan ziarah kubur yang diawali dengan membersihkan lokasi semua makam leluhur di mulai dari makam Uyut sawita, Hardiem, ke makam Kiai Mega halang sampai ke makam Wangsa Drepa. Kemudian melaksanakan Tahlil Akbar di makam Wangsa Drepa. Kegiatan ini rutin dilaksanakan pada tanggal 27 rajab tiap tahunnya. 2. Tahlil Akbar kegiatan ini hampir sama dengan kegiatan sebelumnya, cuma yang beda, urutan membersihkan makam untuk Tahlil Akbar ini makam yang pertama dibersihkan adalah dari makam Wangsa Drepa sampai di makam uyut sawita dan uyut Hardiem, kemudian pelaksanaan Tahlil Akbarnya dilaksanakan di area pemakaman Kiai Mega Halang. Pengelola situs cagar budaya ini masyarakat desa bojongmalang secara umum, dengan cara gotong royong sebagai upaya melestarikan warisan kebaikan dari leluhur. Potensi yang ada di area tersebut di beberapa spot area pemakaman terdapat aneka tumbuhan, pepohonan yang sudah berusia lama. Itu bisa dijadikan sebagai bahan edukasi ke siswa siswi. Akses untuk menuju ke spot-spot tersebut masih tidak memadai karena yang ada hanya sebatas jalan setapak. Kedepan sangat diperlukan pembentukan pembentukan pengurus khusus agar pengembangannya bisa lebih terorganisir, tepat guna. Sesuai dengan ciri khas kearifan lokal di bojongmalang. Kesepakatan tokoh ulama dan masyarakat, bahwa apapun kegiatan kaitan dengan tempat ini tak melanggar hukum syar'i dan tidak mengijinkan praktek2 atau ritual semacamnya. Karena kita sedang mempersiapkan generasi berikutnya yang tahu leluhurnya dan menjaga kearifan lokal serta bisa memaksimalkan semua potensi sesuai dengan porsinya.

Postingan populer dari blog ini

Tahlil Akbar Rundayan Wangsa Drepa 2021